Orang
tua biasanya memiliki insting alami jika terjadi sesuatu dengan buah hatinya.
Jika Anda khawatir dan berpikir bahwa anak Anda menjadi korban bullying,
sebaiknya bicarakan terlebih dulu dengan anak sebelum mengambil tindakan.
Banyak anak tak terbuka dan merasa malu menjadi korban bullying. Justru,
disini peran Anda adalah mendukung mereka dari segi emosional dan memberikan
dukungan untuk mengatasinya dengan baik.
Jika Anda yakin sesuatu terjadi terhadap anak si buah
hati,coba pikirkan kembali kenapa bullying menimpa anak Anda.
Anak-anak melakukan bullying dengan banyak alasan, misal untuk
meringankan perasaan kesal mereka, untuk menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya
atau bahkan berupa lelucon yang sebenarnya menyakiti perasaan.
Bagaimana jika bullying terjadi di luar sekolah?
Jika menyaksikan sendiri anak sedang di-bully, maka Anda harus segera
turun tangan. Langkah pertama, pisahkan pelaku bullying dengan anak
Anda. Cobalah untuk tegas dengan memberikan pengertian bahwa perilaku mereka
salah.
Apa yang harus dilakukan jika bullying terjadi di
sekolah? Segera beritahu guru kelas dan staf pengajar di sekolah anak Anda
bahwa bullying terjadi pada lingkungan sekolah tersebut. Juga,
hubungi orang tua dari pelaku dan diskusikan dengan mereka tentang perilaku bullying yang
terjadi.
Banyak sekolah memiliki strategi untuk menghindari terjadinya bullying seperti
mengawasi aktivitas anak-anak secara langsung atau melakukan diskusi kelompok
dimana anak-anak dapat berbagi masalah masing-masing.
Lalu, bagaimana jika bullying terjadi di tempat bermain? Lingkungan
taman bermain juga bisa menjadi lahan bullying. Bermain di tempat yang
ramai dan lemahnya pengawasan orang tua menjadi celah melakukan bullying.
Taman bermain yang kecil bisa meminimalisir bullying. Sebuah tanda
sebaiknya digunakan untuk membatasi area bermain, ruang terbuka hijau dan taman
bermain yang dipenuhi bunga atau kebun bisa menjadi alternatif mengurangi perilaku bullying
Orang
tua biasanya memiliki insting alami jika terjadi sesuatu dengan buah hatinya.
Jika Anda khawatir dan berpikir bahwa anak Anda menjadi korban bullying,
sebaiknya bicarakan terlebih dulu dengan anak sebelum mengambil tindakan.
Banyak anak tak terbuka dan merasa malu menjadi korban bullying. Justru, disini peran Anda adalah mendukung mereka dari segi emosional dan memberikan dukungan untuk mengatasinya dengan baik.
Banyak anak tak terbuka dan merasa malu menjadi korban bullying. Justru, disini peran Anda adalah mendukung mereka dari segi emosional dan memberikan dukungan untuk mengatasinya dengan baik.
Jika Anda yakin sesuatu terjadi terhadap anak si buah
hati,coba pikirkan kembali kenapa bullying menimpa anak Anda.
Anak-anak melakukan bullying dengan banyak alasan, misal untuk
meringankan perasaan kesal mereka, untuk menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya
atau bahkan berupa lelucon yang sebenarnya menyakiti perasaan.
Bagaimana jika bullying terjadi di luar sekolah?
Jika menyaksikan sendiri anak sedang di-bully, maka Anda harus segera
turun tangan. Langkah pertama, pisahkan pelaku bullying dengan anak
Anda. Cobalah untuk tegas dengan memberikan pengertian bahwa perilaku mereka
salah.
Apa yang harus dilakukan jika bullying terjadi di
sekolah? Segera beritahu guru kelas dan staf pengajar di sekolah anak Anda
bahwa bullying terjadi pada lingkungan sekolah tersebut. Juga,
hubungi orang tua dari pelaku dan diskusikan dengan mereka tentang perilaku bullying yang
terjadi.
Banyak sekolah memiliki strategi untuk menghindari terjadinya bullying seperti mengawasi aktivitas anak-anak secara langsung atau melakukan diskusi kelompok dimana anak-anak dapat berbagi masalah masing-masing.
Lalu, bagaimana jika bullying terjadi di tempat bermain? Lingkungan taman bermain juga bisa menjadi lahan bullying. Bermain di tempat yang ramai dan lemahnya pengawasan orang tua menjadi celah melakukan bullying. Taman bermain yang kecil bisa meminimalisir bullying. Sebuah tanda sebaiknya digunakan untuk membatasi area bermain, ruang terbuka hijau dan taman bermain yang dipenuhi bunga atau kebun bisa menjadi alternatif mengurangi perilaku bullying
Banyak sekolah memiliki strategi untuk menghindari terjadinya bullying seperti mengawasi aktivitas anak-anak secara langsung atau melakukan diskusi kelompok dimana anak-anak dapat berbagi masalah masing-masing.
Lalu, bagaimana jika bullying terjadi di tempat bermain? Lingkungan taman bermain juga bisa menjadi lahan bullying. Bermain di tempat yang ramai dan lemahnya pengawasan orang tua menjadi celah melakukan bullying. Taman bermain yang kecil bisa meminimalisir bullying. Sebuah tanda sebaiknya digunakan untuk membatasi area bermain, ruang terbuka hijau dan taman bermain yang dipenuhi bunga atau kebun bisa menjadi alternatif mengurangi perilaku bullying

No comments:
Post a Comment